3 Inovasi Sosial Sukses di Indonesia

Kewirausahaan sosial kini menyemarakkan semangat kewirausahaan di Indonesia. Indonesia sendiri dikenali dengan pasaran yang memiliki beberapa masalah yang dapat dipecahkan dengan berbagai inovasi sosial. Selain mendapatkan penghasilan dan profit, inovasi sosial mampu memberikan dampak sosial terhadap masyarakat Indonesia. Masih banyak di tempat daerah Indonesia yang memerlukan bantuan kewirausahaan karena kekurangan sumber daya, seperti air bersih, listrik dan lainnya.

Penasaran, inovasi sosial yang sukses itu membuka usaha apa? Simak tiga wirausaha dan inovasi sosial sukses di Indonesia:

Pembangkit Listrik Mikro dari IBEKA

 

 

Kemungkinan besar Anda memiliki akses listrik 24 jam sehari dan di kota besar. Namun, itu sudah termasuk kemewahan, karena masih ada wilayah di Indonesia yang masih belum kebagian jatah listrik. Perbedaan itu akan kelihatan kalau dilihat di bagian timur, seperti di Nusa Tenggara Timur, baru 43% yang kebagian dan di Papua baru 59%

Dengan kondisi ini, Inkubasi Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) memiliki solusi membuat pembangkit listrik skala mikro di desa terpencil yang tidak mempunyai banyak sumber tenaga. Namun listrknya tidak gratis, mereka membayar ke koperasi bentukan mereka sendiri dan memakai uang yang terkumpul untuk pemeliharaan pembangkit listrik dan kegiatan desa. Hasilnya, masyarakat menjadi aktif menjaga hutan karena ingin sumber tenaga listrik mereka tetap lestari. Hingga saat ini, IBEKA sudah bekerja pembangunan membangkit listrik mikro bersama komunitas di lebih dari 60 desa.

Pangan Alami Nusantara dari Javara

Kekayaan kuliner Indonesia yang beragam jenisnya memiliki seni mengolah bahan pangan bernilai luhur. Helianti Hilman adalah wirausaha sosial yang memiliki usaha bernama Javara. Helianti berkeliling untuk menimba kearifan dari para petani dan pengrajin lokal dalam menghasilkan produk pangan berkualitas tinggi.

Menurut Heliantii, kelebihan produk Javara adalah pembuatan inovasi sosial yang dilakukan setulus hati dan memperhatikan siklus cuaca dan menyesuaikannya dengan daur tanam. Pemilik Javara ini percaya ini salah satu ikhtiar kompromi dengan alam yang terganggu ulah manusia. Ketika menghasilkan produk tertentu hanya tersedia musiman, dia terus menjelaskan kepada konsumen mengenai latar belakang kondisi tersebut.

Karena biayanya tidak sedikit yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk ini, Javara memilih untuk memasarkan kepada konsumen kelas premium. Produk tersebut diterima hangat di pasar internasional dan sering diundang berpameran ke luar negeri.

Melestarikan Tradisi Kriya Bersama Toraja Melo

Pada tahun 2007, Dinny Jusuf mulai berinteraksi dengan penenum di kampung halaman suaminya dan menggandeng mereka lewat lingkaran Toraja Melo. Dia melihat pangkal mandeknya penjualan kain tenun Toraja dipasarkan dalam bentuk lembaran kepada turis, dan sayangnya wisatawan Toraja sedang turun. Maka itu, Dinny memutuskan untuk membikin inovasi sosial dan cari solusi yaitu membuat produk turunan kain tenun menjadi aneka busana, seperti baju, aksesori dan tas.

Toraja Melo mengadakan kelas-kelas pengembangan kepemimpinan bagi wanita pengrajin tenun. Dengan model yang berbeda dan berkualitas, sudah semakin banyak generasi muda Toraja yang datang untuk belajar menenun dan melestarikan tradisi mereka. Maka itu, kerja keras Dinny menciptakan produk yang banyak hasil. Selain produknya diminati oleh konsumen, sejumlah lembaga internasional juga memberikan pengakuan terhadap pendekatannya memberdayakan wanita.

Setelah baca ketiga tentang wirausaha dan inovasi sosial ini, Anda jadi lebih tahu dan paham tentang cara kerja para sosial entreprise ini dan menproduksikan inovasi sosial. Mereka membantu masyarakat Indonesia dan dukung supaya Indonesia jadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *