4 Misi Sosial di Balik Sebuah Bisnis

Membangun bisnis memang lebih menguntungkan dibandingkan bekerja sebagai pegawai kantoran. Apa lagi jika Anda memiliki bisnis komersial pada umumnya. Tetapi, ada jenis bisnis baruyang bisa memberikan Anda keuntungan sekaligus menjalankan sebuah misi sosial, atau kerap disebut sebagai social entrepreneurship. Bisnis jenis ini menggabungkan misi keiwrausahaan dengan kegiatan sosial. Bisnis ini tidak mengutamakan keuntungan, melainkan pemecahan masalah sosial.

Dari banyaknya bisnis sosial yang ada saat ini, berikut ini adalah beberapa misi sosial yang berusaha untuk dituntaskan oleh para social entrepereurship.

Bank sampah

Sampah sudah menjadi masalah masyarakat yang tidak pernah ada habisnya. Di tambah lagi dengan kehadiran kantung plastik yang sulit untuk diurai, sehingga membuat sampah semakin menumpuk tak terebendung. Melihat situasi ini, seorang dosen Politeknik Kesehatan di Yogyakarta mencetuskan ide untuk melakukan misi sosial dengan mendirikan Bank Sampah Gemah Ripah di daerah bantul. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat menyulap sampah menjadi pundi-pundi uang. Caranya, masyarakat cukup mengumpulkan sampah-sampah jenis tertentu, selanjutnya hasil kumpulan mereka ini disetor ke bank sampah untuk ditukarkan dengan uang.

Produksi keset oleh kaum difabel

Tidak sedikit orang yang meremehkan kaum difabel. Bahkan mereka berpikir bahwa keistimewaan kaum difable membuat merek tidak bisa mencari nafkah. Ternyata, pikiran tersebut tidak berlaku untuk Irma Surtati. Kekurang fisik bukan berarti membuat kaum difael harus berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Irma bahkan melakukan sebuah misi sosial dimana dia membuka lapangan pekerjaan untuk 150 penyandang cacat lainnya, yaitu dengan membangun usaha kerajinan keset dengan kain perca. Melihat hal yang dilakukan Irma ini membuktikan bahwa kaum difabel juga bisa bekerja dan menghasilkan keuntungan seperti orang normal lainnya.

Bisnis hijab para mantan penderita kusta

Pada zaman dahulu, penderita kusta di asingkan karena dianggap bisa menularkan kepada orang lain. Sehingga, mereka dijauhi masyarakat dan tidak bisa bekerja selayaknya orang lain. Tentu saja ini menjadi sebuah masalah sosial yang hadir ditengah masyarakat, karenanya Hafiza Elvira Nofitariani tergerak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan misi sosial dan membangun wirausaha sosial.

Hafiza mengajak para mantan penderita kusta untuk bergabung dalam usaha hijab dan aksesoris miliknya. Awalnya memang tidak mudah, banyak padangan sini kepada penderita kusta dan ketakutan akan tertular penyakit tersebut. Tetapi, semua itu berhasil dilewati oleh Hafiza dan para karyawannya. Bahkan, produknya berhasil diekspor sampai ke Qatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *