Sosok Inspiratif Dalam Bisnis Minim Modal

Banyak yang masih ragu untuk memulai suatu bisnis karena khawatir dengan masalah modal. Padahal, ada banyak faktor lainnya yang menentukan kesuksesan suatu bisnis. Asalkan dengan kerja keras dan skill networking serta strategi marketing yang baik, berbisnis dengan modal minim bukan menjadi halangan. Di bawah ini adalah beberapa sosok pengusaha sukses inspiratif yang bisa Anda contoh!

Fenny Angela

Wanita kelahiran 14 Oktober 1993 ini meluncurkan brand perhiasan miliknya yang bernama Aeroculata pada tahun 2011. Modal awalnya pun hanya Rp 1 juta yang ia gunakan untuk pembuatan website dan mengatur kegiatan operasional. Awalnya, Fenny belajar merancang perhiasan secara otodidak. Kini berkat kerja kerasnya, produk perhiasannya sudah dikenal banyak orang, bahkan berhasil menembus pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat.

Sunny Kamengmau

Meski hanya memiliki ijazah SMP, pria asal Alor ini berhasil menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Ketika ia hijrah ke Bali, Sunny sempat bekerja sebagai tukang kebun dan satpam di sebuah hotel di Bali. Namun, setelah bertemu dengan orang Jepang bernama Nobuyuki Kakizaki, hidup Sunny berubah. Keduanya menjadi partner bisnis dan membangun brand tas bernama Robita. Robita tumbuh menjadi brand terkenal di Jepang dan identik dengan kalangan atas karena sering dipakai oleh para sosialita di sana.

Nani Kurniasari

Dengan modal Rp 200 ribu, wanita pencetus bisnis “selai karamel rasa move on” ini bisa mendulang omzet Rp 20 juta setiap bulannya. Perjalanan bisnis Nani bukan sesuatu yang ia capai dengan mudah. Setelah sempat gagal menjalani bisnis catering dan berhutang hingga Rp 2 miliar, Nani kembali bangkit dari keterpurukan dan mulai menjajaki bisnis selainya itu. Pelanggan setia Selai Move On kini bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari Inggris, Kanada, dan Abu Dhabi.

Harry Anugrah Mawardi

Siapa sangka bambu dengan harga kurang dari Rp 15 ribu bisa dijadikan kerajinan dengan nilai jual hingga Rp 1,5 juta? Sosok pengusaha muda lulusan ITB FSRD ini mampu membuktikannya. Ia mendapatkan ide untuk berbisnis bambu dari hasil penelitian makalah yang pernah dibuatnya. Dengan modal awal Rp 1 juta, Harry mengajak pengrajin bambu asal Garut untuk mengubah bambu menjadi kerajinan tangan seperti sarung bantal, perhiasan, tas, bahkan pintu. Omzetnya dikabarkan sudah mencapai Rp 300 juta per tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *