Sukses Menjadi Pebisnis Sosial Dengan Trik Berikut

Melakukan aktivitas sosial tidak harus menyambangi panti asuhan atau panti sosial terus menerus. Nyatanya, aktivitas ini bisa juga Anda lakukan sambil berbisnis. Jadi, Anda bisa membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah sosial mereka sekaligus mendapatkan keuntungan secara finansial. Hal ini disebut dengan wirausaha sosial. Ketika Anda ingin menjadi pebisnis sosial, maka ada beberapa aspek yang harus Anda perhatikan. Tetapi, Anda tidak perlu khawatir, karena dengan trik berikut ini, Anda bisa sukses bergabung dalam dunia wirausaha sosial.

Jadilah Orang yang Penuh Inovasi

Seorang pebisnis tentu saja harus selalu memiliki pikiran yang kreatif dan inofatif. Gunanya ialah untuk menciptakan ide-ide bisnis yang baru, unik, dan yang belum ada sebelumnya. Begitu juga ketika Anda memiliki untuk menjadi pebisnis sosial. Anda harus berani dalam melakukan inovasi baru, karena jenis bisnis ini termasuk jenis yang jarang dan sedikit menantang untuk dilakukan. Contohnya saja Steve Jobs yang berinovasi dengan menghadirkan produk iPad. Pada awalnya, produk ini dianggap tidak akan menguntungkan, sampai-sampai para investor menarik dananya dari perusahaan. Tetapi, bisa dibuktikan sekarang, siapa yang tidak mengenal produk iPad?

Bekerja Dengan Emosi

Menjadi pebisnis sosial harus bisa menyerahkan segenap perasaan, hati, dan juga jiwanya pada bisnis yang tengah dijalani. Pasalnya, ketika Anda menjalankan wirausaha sosial, maka tujuan utama Anda bukanlah mencari keuntungan, namun menyelesaikan masalah sosial yang mendarah daging, menyusahkan, dan juga memakan banyak korban. Oleh sebab itu, kepekaan Anda terhadap orang lain akan sangat diperlukan dengan baik di sini.

Selalu Gunakan Kesempatan Dalam Kesempitan

Prinsip setiap pebisnis tentu saja sama, mengeluarkan modal sedikit demi dapat hasil yang besar. Tentu saja itu pun berlaku jika Anda menjadi pebisnis sosial. Pebisnis sosial yang sukses biasanya melakukan aktivitas bisnis dalam kegiatan yang kerap dianggap tidak menguntungkan di kacamata pebisnis lain. Misalnya, Anda berniat untuk membangun rumah makan yang menyediakan menu khusus balita. Terlihat aneh memang, karena siapa yang akan datang berkunjung? Padahal, ini akan membantu para ibu yang bekerja untuk mendapatkan makanan untuk anak mereka tanpa harus repot membuatnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *